Wednesday, July 29, 2009

Birrul Walidain (Berbhakti kepada kedua Orang Tua)

..:: Birrul Walidain ( Berbhakti kepada kedua Orang Tua )::..

Judul : Birrul Walidain (Berbhakti Kepada Kedua Orang Tua)
Pengarang : Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Penerbit : Darul Qalam - Jakarta
Halaman : xvi + 124

Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas telah menuliskan sebuah buku dengan topik yang sangat perlu untuk diketahui oleh kaum muslimin, yaitu tentang berbakti kepada kedua orang tua. Buku ini menjelaskan tentang banyak hal berkaitan dengan berbakti kepada kedua orang tua. Diantaranya yang dibahas adalah, apa yang dimaksud dengan berbuat baik dan durhaka, bentuk bentuk berbuat baik dan juga bentuk bentuk perilaku durhaka kepada kedua orang tua, ganjaran yang akan diperoleh bila berbuat baik kepada kedua orang tua, dan juga ganjaran yang diperoleh bila durhaka kepada keduanya, dll. Termasuk jugabatasan batasan dalam taat kepada orang tua. Berikut ini sebagian yang bisa saya kutip dari buku tersebut. Dengan meringkasnya.

[PENGERTIAN BERBUAT BAIK DAN DURHAKA]

Yang dimaksud dengan ihsan dalam pembahasan ini adalah berbakti kepada kedua
orang tua, yaitu menyampaikan setiap kebaikan kepada keduanya semampu kita
dan bila memungkinkan mencegah gangguan terhadap keduanya. Menurut Ibnu
Athiyyah, kita wajib mentaati keduanya dalam hal hal yang mubah, harus
mengikuti apa apa yang diperintahkan keduanya dan menjauhi apa apa yang
dilarang.
'Uquq secara bahasa artinya memotong (seperti halnya aqiqah yaitu memotong
kambing). Sedangkan makna 'uququl walidain adalah gangguan yang ditimbulkan
seorang anak terhadap kedua orang tuanya baik berupa perkataan maupun
perbuatan.

[AYAT AYAT YANG MEWAJIBKAN UNTUK BERBAKTI
DAN MENGHARAMKAN DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA]

QS. Al Israa' : 23-24
"Dan Rabbmu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah
melainkan hanya kepada Nya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua
dengan sebaik baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua duanya
telah berusia lanjut di sisimu maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah'
dan janganlah kamu membentak keduanya. Dan katakanlah kepada keduanya
perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh
kasih sayang. Dan katakanlah, "Wahai Rabbku sayangilah keduanya sebagaimana
keduanya menyayangiku di waktu kecil." (QS. Al Israa' : 23-24).
QS. An Nisa : 36
QS. Lukman : 14-15

[BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA MERUPAKAN
SIFAT YANG MENONJOL DARI PARA NABI]
Ust. Yazid mengangkat kisah kisah dari Al Qur'an tentang para Nabi.
Diantaranya :
Nabi Isa bin Maryam dalam QS. Maryam 30-32
Nabi Ibrahim dalam QS. Ibrahim 40-41
Nabi Nuh 'alaihissalam dalam QS. Nuh 28
Nabi Yahya 'alaihissalam dalam QS. Maryam 14-15
Nabi Sulaiman 'alaihissalam dalam QS. An Naml 19


[KEUTAMAAN DAN GANJARAN BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA]

1. Berbakti kepada kedua orang tua adalah amal yang paling utama.
2. Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orang tua.
3. Berbakti kepada kedua orang tua dapat menghilangkan kesulitan yang sedang
dialami yaitu dengan cara ber-tawassul dengan amal shalih tersebut. (Lihat
hadits riwayat Bukhari no. 2272)
4. Berbakti kepada kedua orang tua dapat meluaskan rizki dan memanjangkan umur.
"Barang siapa yang suka diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka
hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari no. 5986)
Berkata Ust. Yazid,
"Sesungguhnya Al Qur'an dan Sunnah menganjurkan kita untuk menyambung
silaturahmi, dan dalam hal ini yang didahulukan adalah bersilaturahmi kepada
kedua orang tua, sebelum kepada kerabat yang lainnya." (hal. 38).
5. Berbakti kepada kedua orang tua dapat memasukkan seorang anak ke dalam
surga.

[BENTUK BENTUK BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA]

1. Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik.
2. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut.
3. Tawadhu (rendah diri).
4. Memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua.
Sebagian orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada
orang tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan... Harus
dijelaskan kepada istri bahwa kewajiban yang utama bagi anak laki laki
adalah berbakti kepada ibunya (kedua orang tuanya) setelah Allah dan Rasul
Nya. Sedangkan kewajiban yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah
kepada Allah dan Rasul Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami
akan membawanya ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi
kesempatan atau ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat kebaikan
lainnya kepada orang tuanya. (hal. 62-63).
5. Mendoakan kedua orang tua.

Ust. Yazid menjelaskan amal amal yang bisa dilakukan anak bila orang tua
telah wafat antara lain:
1. Mendoakannya
2. Menshalatkan ketika orang tua meninggal
3. Selalu memintakan ampun untuk keduanya
4. Membayarkan hutang hutangnya
5. Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari'at
6. Menyambung tali silaturahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.
"Sesungguhnya termasuk kebaikan seseorang adalah menyambung tali silaturahmi
kepada teman teman bapaknya sesudah bapaknya meninggal." (HR. Muslim no.
2552)

[HARAMNYA DURHAKA KEPADA KEDUA ORANG TUA]

Diantara bentuk bentuk durhaka (uquq) adalah:
1. Menimbulkan gangguan terhadap orang tua baik berupa perkataan (ucapan)
ataupun perbuatan yang membuat orang tua sedih atau sakit hati.
2. Berkata 'ah' dan tidak memenuhi panggilan orang tua
3. Membentak atau menghardik orang tua
4. Melaknak dan mencaci kedua orang tua
5. Bakhil (pelit) tidak mengurusi orang tuanya bahkan lebih mementingkan
yang lain dari pada mengurusi orang tuanya padahal orang tuanya sangat
membutuhkan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh
perhitungan.
6. Bermuka masam dan cemberut dihadapan orang tua, merendahkan orang tua,
mengatakan bodoh, kolot, dll
7. Menyuruh orang tua
8. Menyebutkan kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan
nama baik orang tua
9. Memasukkan kemungkaran ke dalam rumah, misalnya alat musik, menghisap
rokok, dll.
10. Mendahulukan taat kepada istri daripada orang tua. Bahkan ada sebagian
orang dengan teganya mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya, na'udzubillah.
11. Malu mengakui orang tuanya. Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan
orang tua dan tempat tinggalnya ketika status sosialnya meningkat. Tidak
diragukan lagi, sikap semacam ini adalah sikap yang amat tercela, bahkan
termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.

Sebab sebab anak durhaka kepada orang tua adalah :
1. Karena kebodohan
2. Jeleknya pendidikan orang tua dalam mendidik anak
3. Paradok, orang tua menyuruh anak berbuat baik tapi orang tua tidak
berbuat
4. Bapak dan ibunya dahulu pernah durhaka kepada orang tua sehingga dibalas
oleh anaknya
5. Orang tua tidak membantu anak dalam berbuat kebajikan
6. Jeleknya akhlak istri

[PERSONAL VIEW]
Saya yakin setiap orang perlu mengetahui masalah birrul walidain.
Alhamdulillah dengan buku yang ditulis oleh Ust. Yazid Abdul Qadir Jawas ini
menjadi jelas bagi kita bagaimana berbuat baik kepada kedua orang tua.
Karena memang berbuat baik kepada orang tua itu perlu ilmu, yaitu mengetahui
bagaimana berbuat baik sesuai yang dikehendaki oleh Al Qur'an dan Sunnah.
Saya tidak ingin banyak berkata kata, pada bagian akhir ini saya bawakan
perkataan Fudhail bin Iyadh sebagaimana Ust. Yazid membawakannya di bagian
penutup buku tersebut. Baiknya pembaca catat juga dengan tinta emas.

Berkata Fudhail bin Iyadh ketika ditanya tentang bentuk berbakti kepada
kedua orang tua,

"Janganlah engkau melayani kedua orang tuamu dalam keadaan malas."

Demikian, semoga Allah menjadikan bermanfaat ringkasan buku yang saya buat
ini sebagai amal yang tiada putus. Amiin.

Wassalamua'alikum

Andika Saputra


visit http://buku-islam.blogspot.com

1 comment:

hikari evi said...

luar biasa peran orang tua.... tanpa mereka kita tdk kan seperti ini...